Selasa, 15 November 2011

Sedikit Untuk membuka pikiran

KREATIVITAS

Dengan lapangan kerja semakin banyak tantangannya. Seseorang dituntut untuk dapat bertahan dalam perubahan yang kompleks, multi transisi, sehingga untuk dapat bekerja, maka seseorang dituntut bekerja secara profesional dan kreatif. Untuk dapat profesional, maka seseorang harus menyadari dengan penuh bahwa Islam mendorong ummat dan berlatih untuk bekerja dengan profesional dan kreatif.
Pokok-pokok Materi
  1. Makna kreatif
  2. Mengelola ide
  3. Konsep kreativitas
  4. Teknik memunculkan ide , dan inovasi
Pendahuluan
Para ilmuwan telah membuktikan bahwa respons fisiologis dapat diubah dengan sengaja. Kita dapat mengubah diri kita dengan cara memicu kondisi otak yang pada akhirnya dapat mengubah sikap dan pikiran menjadi positif. Nilai positif inilah yang akan mempengaruhi kondisi mental seseorang seperti ketakutan, keraguan, dan ketidakyakinan. Bentuk kondisi mental tersebut dapat diubah dan dapt diatasi. Berawal dari kemampuan kita mengatasi rasa takut, ragu, dan tidak yakin inilah kemungkinan untk memunculkan kreativitas jauh lebih berpeluang dari pada kita dikungkung oleh perasaan-persaan negatif tersebut.
Jadi langkah pertama untuk memulai agar kita menjadi kreatif adalah mengubah sikap mental kita yang destruktif seperti tidak percaya diri, ragu-ragu, takut menjadi nilai-nilai baru yang positif. Lecky (via Michalko, 2001:30) mengatakan bahwa ada dua prinsip kuat yang dapat mengubah kepercayaan dan mengatasi ketakutan, suatu keyakinan yang sangat diraakan oleh hampir semua orang. Kedua prinsip itu adalah:

1. Keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan tanggung jawab kita sehinga kita mampu menunjukkan kemandirian kita.
2. Keyakinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita sejajar dengan orang lain dalam bakat dan kemampuan, dan bahwa kita tidak semestinya meremehkan diri sendiri atau membiarkan diri kita merasa terhina.
Michalko memberikan sebuah latihan yang sederhana untuk mengatasi perasaan destruktif yang ada dalam diri kita.

1. Fokuskanlah pikiran anda pada gagasan yang menghalangi anda dari pemcapaian tujuan anda dan tuliskan di sebelah kiri.
2. Duduk tenang dan periksa hal-hal yang negatif tersebut.
3. Gantikan setiap gagaan negati dan subjektif dengan sebuah gagasan posotif dan objektif dan tuliskan di sebelah kanan.
Para psikolog menggunakan dua cara yang sangat sederhana tapi terbukti keampuhannya.
  1. Penegasan diri
Adalah upaya diri untuk menegaskan bahwa segala sesuatu harus dipandang dengan cara pandang yang positif. Untuk itu perlu kiranya kita untk membiasakan mengingat keberhasilan yang telah dicapai, sifa-sifat positif kita, dan beruaha melupakan kegagalan-kegagalan. Jika kita berhasil mengingat keberhasilan kita dan berusaha melupakan kegagalan, maka keberhasilan akan dapat kita raih lebih dari yang kita duga.
  1. Penegasan kreatif
Sebuah perusahaan terkenal meminta bantuan kepada para psikolog untuk meneliti perbedaan antara para staf yang kreatif dan tidak kreatif. Hasilnya ternyata sederhana bahwa kelompok kreatif percaya meraka memang kreatif sementara kelompok tidak kreatif mempercayai bahwa mereka memang tidak kreatif.
Untuk itu diadakanlah terapi bagaimana cara mengubah kelompok yang merasa tidak kreatif sehingga berubah menjadi kreatif. Para psikolog mengubah keyakinan mereka supaya mereka percaya bahwa mereka sangat kreatif dan buang perasaan tidak kreatif itu. Akhirnya terjadilah perubahan sikap yang sangat menakjubkan, sebuah kreativitas muncul dalam diri mereka bahkan melebihi dari kelompok yang tadinya merasa kreatif. Intinya kita harus menegaskan diri bahwa saya adalah kreatif.

Definisi Kreativitas:
Kreativitas adalah:
1. Perumusan-perumusan dari makna dari makna melalui sintesis (Dr. Myron S. Allen dalam Psychodynamic Synthesis)
2. Kreativitas dirumuskan sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial (John W. Haefele dalam Creativity and Innovation)
3. Kemampuan untuk menghubungkan dan mengaitkan, kadang dengan cara yang ganjil, namun mengesankan, dan ini merupakan dasar pendayagunaan kreatif dari daya daya rohani manusia dalam bidang atau lapangan manapun (George J. Seidel, dalam The Crisis of Creativity)
Definisi beberapa istilah dlam kreativitas:
1. Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran, dan tepat guna
2. Inovasi adalah pendayagunaan hasil kreativitas tertentu yang orisinal sehingga menjadi cara, proses, produk, atau sumber ilai baru, ytang berbeda dari sebelumnya
3. Improvisasi adalah aksi atau reaksi pada saat tertentu dimana pengungkapan kreativitas menjadi menonjol – biasanya dalam jangka waktu singkat dan sering dikaitkan dengan proses melakukan sesuatu yang efisien pada timing yang tepat
4. Invention adalah penemuan baru dalam bidang teknologi dan keilmuan, biasanya hasil dari eksperimen dan penelitian yang lama sebelumnya
5. Discovery adalah penemuan yang cakupannya lebih umum termasuk yang didapatkan dengan cara kebetulan, atau pencarian secara fisik atau penampilan sesuatu yang tadinya tersembunyi
6. Insight adalah mirip dengan ilham, yaitu munculnya sudut pandang yang mengarah ke sesuatu yang baru, unik, berbeda, atau ke pengertian yang leboih luas terhadap permasalahan.

Teknik Mengelola dan Memunculkan Ide

10 langkah praktis untuk mengelola dan memunculkan ide menurut Michalko:
1. Tentukan kuota ide
Tugas kita adalah membuat target ide, berapa ide yang harus dimunculkan setiap harinya atau setiap minggunya. Dengan adanya target atau kuota ide maka kita akan termotivasi untuk meraihnya bahkan dapat melebihi target yang sudah dicanangkan. Semangat inilah yang mahal dan harus tetap dijaga. Langkah kedua sangat tergantung dengan jumlah ide yang telah dihasilkan pada poin pertama
2. Mendapatkan nada
Mendapatkan nada berarti memperhatikan apa yang sedang terjasi di sekitar kita, dengan kata lain adalah kepekaan seseorang terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dipikirkan. Semua yang ada disekitar kita mempunyai makna yang harus segera kita tangkap, mereka sedang menyapa kita, mengajak bicara, namun kita sering begitu saj melewatkannya
3. Ilham Kecil
Langkah ini adalah upaya kita untuk memperhatikan sebuah objek dengan sedetail mungkin untuk menangkap semua informasi yang dapat ditarik dari objek tersebut. Semisal kita melihat sebuah foto, kita perhatikan foto itu semaksimal mungkin dalam waktu tertwentu dan kemudian mencoba untuk mengungkapkan kembali informasi apa saja yang didapat dari melihat foto tersebut.
4. Tuan-tuan kebiasaan
Adalah perilaku rutin yang sudah menjadi kebiasaan. Orang akan merasa nyaman dengan melakukan hal yang sudah biasa dan jika ada perubahan dari kebiasaan itu biasanya orang tidak siap menerimanya. Untuk itu ada baiknya orang mencoba keluar dari zona kenyamanannya dan mencoba untuk melakukan hal yang berbeda dari apa yang biaa dilakukan, semisal:
a. Ubahlah waktu tidur
b. Ubahlah waktu kerja
c. Baca koran yang berbeda
d. Cobalah resepyang baru
e. Bacalah buku yang berbeda
f. Dll
5. Memberi makan otak
Berikut beberapa ide untuk memompa pikiran kita saat membaca:
Pilihlah dengan hai-hati. Pilihlah dari berbagai ragam buku yang dapat merangsang untuk melatih otak kreatif kita dan kemudian bacalah dengan lengkap
Buat catatan. Buatlah catatan, komentar dalam setiap kalimat atau kata yang menarik. Pastikan bahwa kita akan menemukan hal yang baru ketika kita membaca ulang buku tersebut.
Garis besar. Bacalah separo pertama, berhentilah dan tuliskan garis besar separo terakhir.
Bacalah biografi. Biografi adalah gudang ide
Bacalah buku petunjuk praktis apa saja.
Bacalah berbagai macam majalah
Bacalah buku nonfiksi

Berpikirlah

6. Bank Otak
Kumpulkan dan simpan ide-ide kita dalam sebuah wadah atau kaleng, atau kita sebut keranjang ide. Masukkanlah seluruh ide dalam keranjang tersebut baik berupa tulisan, pendapat, komentar, kliping dll. Sewaktu-waktu kita akan merasa memerlukan kita tinggal mengambilnya dengan membandingkan dengan apa yang ada dalam keranjang tersebut.
7. Pecandu jalan-jalan
Luangkan waktu untuk melakukan sebuah perjalanan semisal ke toko buku, pameran, kebun binatang, ,usium, perpustakaan dll.
8. Menangkap burung ide
Ide kadang datang begitu cepat, muncul dengan tiba-tiba, untuk itu kita harus mencatat ide yang muncul, karena kita akan sulit untuk menjelahai kembali ide apa yang pernah keluar dari otak kita. Pada dasarnya secara prinsip kita menulis semua yang melintas dalam pikiran kita.
9. Berpikir benar
Berusahalah dengan penuh keasadaran untuk membuat pikiran kita lebih mahir (berapa jumlah ide yang dihasilkan) dan luwes(mengacu pada kreativitas). Membuat daftar adalah cara uyang ampuh untuk meningkatkan kemahiran berpikir, karena kegiatan ini memaksa pikiran kita memusatkan energi dengan cara yang sangat produktif. Semisal buatlah daftar penggunaan kertas.
10. Catatan ide
Buatlah catatan setiap kita menemukan ide, semisal ketika makan permen karet tiba-tiba muncul ide untuk membuat permen karet yang lebih berkualitas. Suatu saat ide itu akan kita ulang kembali secara berkala
4 Teknik Mengelola dan Memunculkan ide menurut Y. Candra
  1. Memperluas khasanah pengetahuan
Ada dua ungkapan yang dapat kita renungkan sebagai dasar pembentukan dan peningkatan kreativitas. Pertama “Belajar apapun tak ada ruginya”, kedua” Rajin mencatat dan membuat dokumentasinya”. Ungkapan di atas nampaknya hanya sederhana tapi dalam prakteknya ia akan sangat bermanfaat.
Kadang ide itu timbul karena ada titik singgung yang kita ingat dari sekian banyak informasi yang telah kita dapatkan, baik dari membaca buku atau dari pengalaman. Pendek kata semakin banyak informasi yang kita dapatkan karena hasil dari proses belajar, maka peluang ide kreatif akan jauh lebih sering muncul.
Berikut beberapa cara untuk mendapatkan sejumlah informasi:
a. Kliping
Kliping adalah aktivitas mengupulkan sejumlah bahan baik berupa artikel, foto, data, daln lainnya yang menarik. Akan lebih terkesan bermakna ketika kit juga ikut memberikan ulasan atau pendapat dari apa yang telah kita kumpulkan. Biasanya berbagai informasi yang telah terkliping tersebut akan diolah oleh otak kita, sehingga bisa jadi informasi yang tadinya nampak berdiri sendiri akan menjelma menjadi sebiauh ide besar, tindakan besar dan karya besar. Itulh kreativitas
b. Catatan dalam Buku
Catatan dalam buku sangatlah penting terutama untuk menuliskan apakah itu ide, pendapat, tanggapan, atau hanya menggarisbawahi dari buku yang sedang dibaca. Kebanyakan dari kita sangat hati-hati dalam memelihara kebersihan buku, sehingga buku akan selalu tampak bersih bebasa dari catatan, garis, tanggpan. Catatan akan lebih terasa manfaatnya ketika kita membaca ulang atau ketika kita membutuhkan informasi yang cepat. Hasil cataan tersebut dapat di jadikan sebagai bahan diskusi dengan orang lain.
c. Jurnal atau Buku Harian
Buku harian atau catatan harian dapat berfungsi sebagai keranjang ide. Banyak ide besar muncul dari alam pikiran kita, tetapi ide tersebut hilang begitu saja karena tidak tertdokumentasikan dalam bentuk tulisan. Banyak para tokoh, ilmuwan, pengarang menyediakan buku khusus untuk menuliskan ide-ide yang kadang sering muncul kapan saja, mungkin di perjalanan, sebeblum tidur, bahakan ketika melamun sekalipun.
d. Foto dan Video
Dokumentasi ini juga tidak kalah pentingnya, karena dari sinilah manusia akan secara tidak langsung melihat masa lalu untuk kemudian berpikir apa yang harus dilakaukan untuk masa depannya. Paling tidak ide kreatif yang muncul dalam pikiran kita adalah semangat untuk bekerja atau berbuat lebih baik dari masa lalu. Dan semangat untuk berbeda adalah bagian dari sebuah kreativitas.
  1. Menuliskan Gagasan
Kebiasaan menuliskan sebuah gagasan masih dianggap kurang populer. Masih ada kesan yang melekat dalam diri kita, bahwa orang yang menulis seolah-olah dianggap kurang cerdas. Sehingga orang akan merasa mlu kalau senadainya ketahuan terlalu banyak menulis. Mental inilah yang tanpa disadari menghambat kreaivitas. Ingat pesan Imam Syahid Hasan Al-Banna” Mimpi hari ini aalah kenyataan masa depan, sedangkan kenyataan masa kini merupakan mimpi masa lalu.
Oleh karena itu semua bentuk ide, pikiran, usulan, pendapat, dan bahkan mimpi sekalipun seyogyanya didokumentasikan dalam bentuk tulisan mengingat pikiran mansuia amat sangat terbatas. Maka sudah saatnya bagi kita untuk selalu membawa buku catatan dan pena untuk menuliskan semua apa yang kita pikirkan, walaupun masih dalam bentuk sketsa, coretan-corean, bahkan mungkin masih terkesan liar, tapaitanpa disadari apa yang kita lakukan merupakan awal dari langkah kreativitas.
  1. Berhumor
Humor akan memberikan penyegaran tersendiri dalam tubuh. Ia akan mampu memperlancar aliran darah, akan mengubah wajah sedih jadi tampak gembira, mengubah kelesuan menjadi kegembiraan, dan menimbulkan antusiasme. Bahkan para pakar psikologi mengaakan salah satu bentuk kecerdasan adalah sejauhmana kemampuan seseorang membuat humor. Seorang ahli bernama Arthut Koestler mengatakan bahawa ada hubungan ynag signifikan antara hunor dengan kreativitas, lebih jauh dia mengatakan bahwa dalam hunor terjadilah pertemuan antara satu fakta dengan fakata lain yang tak terpikirkan sejak semula. Di sinilah awal terjadi dasar-dasar kreativitas.
4. Lima langkah AHA untuk Mengelola dan Memunculkan Ide

P ersiapan

Adalah upaya untuk melakukan usaha apa saja dalam rangka memunculkan kreativitas, persipan dpat juga berarti memupuk keahlian dalam bidang khusus di sekitar masalah, atau pengumpulan data dan fakta seakurat mungkin melalui referensi.

K onsentrasi kreatif

Adalah upaya untk melibatkan keselurruhan kemampuan yang ada dalam diri kita, kita fokuskan mata, hati, batin, dan pikiran dalam sebuah masalah. Dengan bentuk keterlibatan penuh itulah biasanya akan membuat cerdasa otak karena kemungkinan meori yang ada di dalamnya akan memerikan umpan balik.

B ermain dengan gagasan

Istilah lain untk bermain gagaan adalah stimulasi pengilhaman. Artinya seseorang pemikir kreatif bekerja ntuk mencari ide baru, mulai membayangkan dan memikirkan kemungkinan-kemungkinanyang menyimpang dari kelaziman. C ontoh gunakan kata kunci semisal mengecilkan, membearkan, memadukan, membalikkan, menyesuaikan, mengurangi, memperkecil, dll.

M enyilangkan dua konsep

Banyak gagasan lahir dikarenakan adanya penggabungan dua konsep apakah disengaja atau tidak. Untuk itu kita perlu berlatih membiasakan menggabungkan dua ide atau konsep menjadi satu ide yang lebih kreatif.
Ciri-ciri mental orang kreatif
1. Mental orang kreatif
a. HASRAT- untuk mengubah hal-hal di sekililingnya menajdi lebih baik
b. KEPEKAAN- bersikap terbuka dan tanggap terhadap segala sesuatu
c. MINAT- untuk menggali lebuh dalam dari yang tampak di permukaan
d. RASA INGIN TAHU- semangat ya \ng tidak pernah berhenti untuk selalu bertanya
e. MENDALAM DALAM BERPIKIR- sikap yang mengarahkan untuk pemahaman yang mendalam pula
f. KONSENTRASI- mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya
g. KESABARAN- untuk memecahkan permasalahan dalam detailnya
h. OPTIMISME- memadukan antusiasme dan rasa percaya diri
i. MAMPU BEKERJA SAMA- sanggup berikhtiar secara produktif bersama orang lain
2. Berpikir Lnacar, mengajukan pertanyaan jawaban dan gagasan
3. Berpilir luwes, menghasilkan gasasan, dpat meliahat sesuatu dari sudut yang berbseda
4. Berpikir orisinal, mampu melahirakn ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang
5. Mengevaluasi, menentukan ptokan penilaian tersendiri, terbuka, kritis
6. Imajinatif, membayangkan berbagai hal yang belum terjadi
7. Tertarik dengan hal-hal yang rumit
8. Berani mengambil resiko, berani mengemukakan gagasan, tidak takut gagal dsb
9. Bersifat menghargai, menghargai kritik, bimbingan orang lain,
10. Mengelaborasi, memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk menambah atau merinci hal-hal yang rumit menjadi sederhana.
11. Mendeteksi, mempelajari serta merasakan berbgai kejanggalan yang terjadi
12. Melakukan verifikasi atau pengelompokan, memilah-milah kejanggalan sejenisnya
13. Melakukan analisis, menguraikan sebab serta segala sesuatua yang berkenaan dengan kejanggalan yang ditemukan
14. Melakukan sintesis, menghubungkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi sebagai langkah lanjut dari analisis
15. Pemecahan masalah, dengan mengububgkan antara hasil analisis dan sintesis ditemukan pemecahan masalah.
Nomor 11 sampi 15 merupakan sifat kreatif yang dibutuhkan dalam memecahkan masalah.

DAFTAR PUSTAKA
Candra, YuliusKreativita. Kanisus 2000
Michalko, Michael. Permaainan Berpikir, Handbook Para Pebisni Kreatif. Kaifa 2001
Republika 10 Desember 2001

Senin, 14 November 2011

Reading Strategies


Reading Efficiently by Reading Intelligently

Good reading strategies help you to read in a very efficient way. Using them, you aim to get the maximum benefit from your reading with the minimum effort. This section will show you how to use six different strategies to read intelligently.

Strategy 1: Knowing what you want to know

The first thing to ask yourself is: Why you are reading the text? Are you reading with a purpose or just for pleasure? What do you want to know after reading it?
Once you know this, you can examine the text to see whether it is going to move you towards this goal.
An easy way of doing this is to look at the introduction and the chapter headings. The introduction should let you know at whom the book is targeted, and what it seeks to achieve. Chapter headings will give you an overall view of the structure of the subject.
Ask yourself whether the book meets your needs. Ask yourself if it assumes too much or too little knowledge. If the book isn't ideal, would it be better to find a better one?

Strategy 2: Knowing how deeply to study the material

Where you only need the shallowest knowledge of the subject, you can skim material. Here you read only chapter headings, introductions and summaries.
If you need a moderate level of information on a subject, then you can scan the text. Here you read the chapter introductions and summaries in detail. You may then speed read the contents of the chapters, picking out and understanding key words and concepts. At this level of looking at the document it is worth paying attention to diagrams and graphs.
Only when you need detailed knowledge of a subject is it worth studying the text. Here it is best to skim the material first to get an overview of the subject. This gives you an understanding of its structure, into which you can fit the detail gained from a full, receptive reading of the material. SQ3R is a good technique for getting a deep understanding of a text.

Strategy 3: Active Reading

When you are reading a document in detail, it often helps if you highlight, underline and annotate it as you go on. This emphasizes information in your mind, and helps you to review important points later.
Doing this also helps to keep your mind focused on the material and stops it wandering.
This is obviously only something to do if you own the document! If you own the book and find that active reading helps, then it may be worth photocopying information in more expensive texts. You can then read and mark the photocopies.
If you are worried about destroying the material, ask yourself how much your investment of time is worth. If the benefit you get by active reading reasonably exceeds the value of the book, then the book is disposable.

Strategy 4: How to study different sorts of material

Different sorts of documents hold information in different places and in different ways. They have different depths and breadths of coverage. By understanding the layout of the material you are reading, you can extract useful information much more efficiently.
Reading Magazines and Newspapers:
These tend to give a very fragmented coverage of an area. They will typically only concentrate on the most interesting and glamorous parts of a topic - this helps them to sell copies! They will often ignore less interesting information that may be essential to a full understanding of a subject. Typically areas of useful information are padded out with large amounts of irrelevant waffle or with advertising.
The most effective way of getting information from magazines is to scan the contents tables or indexes and turn directly to interesting articles. If you find an article useful, then cut it out and file it in a folder specifically covering that sort of information. In this way you will build up sets of related articles that may begin to explain the subject.
Newspapers tend to be arranged in sections. If you read a paper often, you can learn quickly which sections are useful and which ones you can skip altogether.
Reading Individual Articles:
Articles within newspapers and magazines tend to be in three main types:
  • News Articles:
    Here the most important information is presented first, with information being less and less useful as the article progresses. News articles are designed to explain the key points first, and then flesh them out with detail.
  • Opinion Articles:
    Opinion articles present a point of view. Here the most important information is contained in the introduction and the summary, with the middle of the article containing supporting arguments.
  • Feature Articles:
    These are written to provide entertainment or background on a subject. Typically the most important information is in the body of the text.
If you know what you want from an article, and recognize its type, you can extract information from it quickly and efficiently.

Strategy 5: Reading 'whole subject' documents

When you are reading an important document, it is easy to accept the writer's structure of thought. This can mean that you may not notice that important information has been omitted or that irrelevant detail has been included. A good way of recognizing this is to compile your own table of contents before you open the document. You can then use this table of contents to read the document in the order that you want. You will be able to spot omissions quickly.

Strategy 6: Using glossaries with technical documents

If you are reading large amounts of difficult technical material, it may be useful to photocopy or compile a glossary. Keep this beside you as you read. It will probably also be useful to note down the key concepts in your own words, and refer to them when necessary.
Usually it is best to make notes as you go. Effective ways of doing this include creating Concept Maps or using the Cornell Note Taking System.

Key points:

This section shows six different strategies and techniques that you can use to read more effectively.
These are:
  • Knowing what you need to know, and reading appropriately.
  • Knowing how deeply to read the document: skimming, scanning or studying.
  • Using active reading techniques to pick out key points and keep your mind focused on the material.
  • Using the table of contents for reading magazines and newspapers, and clipping useful articles.
  • Understanding how to extract information from different article types.
  • Creating your own table of contents for reviewing material.
  • Using indexes, tables of contents, and glossaries to help you assimilate technical information.

Learning Styles

Learn Effectively by Understanding Your Learning Preferences


Have you ever tried to learn something fairly simple, yet failed to grasp the key ideas? Or tried to teach people and found that some were overwhelmed or confused by something quite basic?
If so, you may have experienced a clash of learning styles: Your learning preferences and those of your instructor or audience may not have been aligned. When this occurs, not only is it frustrating for everyone, the communication process breaks down and learning fails.
Once you know your own natural learning preference, you can work on expanding the way you learn, so that you can learn in other ways, not just in your preferred style.
And, by understanding learning styles, you can learn to create an environment in which everyone can learn from you, not just those who use your preferred style.

Felder and Silverman's Index of Learning Styles

One of the most widely used models of learning styles is the Index of Learning Styles developed by Richard Felder and Linda Silverman in the late 1980s. According to this model (which Felder revised in 2002) there are four dimensions of learning styles. Think of these dimensions as a continuum with one learning preference on the far left and the other on the far right.
Figure 1: Learning Styles Index
Sensory
Intuitive

Sensory learners prefer concrete, practical, and procedural information. They look for the facts.

Intuitive learners prefer conceptual, innovative, and theoretical information. They look for the meaning.

Visual
Verbal

Visual learners prefer graphs, pictures, and diagrams. They look for visual representations of information.

Verbal learners prefer to hear or read information. They look for explanations with words.

Active
Reflective

Active learners prefer to manipulate objects, do physical experiments, and learn by trying. They enjoy working in groups to figure out problems.

Reflective learners prefer to think things through, to evaluate options, and learn by analysis. They enjoy figuring out a problem on their own.

Sequential
Global

Sequential learners prefer to have information presented linearly and in an orderly manner. They put together the details in order to understand the big picture emerges.

Global learners prefer a holistic and systematic approach. They see the big picture first and then fill in the details.

Once you know where your preferences lie on each of these dimensions, you can begin to stretch beyond those preferences and develop a more balanced approach to learning. Not only will you improve your learning effectiveness, you will open yourself up to many different ways of perceiving the world.
Balance is key. You don't want to get too far on any one side of the learning dimensions. When you do that you limit your ability to take in new information and make sense of it quickly, accurately, and effectively.
Tip:
This article describes one useful approach to learning styles. Other practitioners have different approaches.
See our article on 4MAT to find out about other useful approaches: Those of David Kolb, and of Peter Honey and Alan Mumford. And click here to find out about other styles.

Using the Learning Style Index

You can use the learning style index to develop your own learning skills and also to help you create a rounded learning experience for other people.
(I) Developing Your Learning Skills

Step One
:
Identify your learning preferences for each learning dimension. Read through the explanations of each learning preference and choose the one that best reflects your style. Alternatively, use an Index of Learning Styles Questionnaire like the one at http://www.engr.ncsu.edu/learningstyles/ilsweb.html.

Step Two:
Analyze your results and identify those dimensions where you are "out of balance," meaning you have a very strong preference for one style and dislike the other.

Step Three:
For each out of balance area, use the information in figure 2 to improve your skills in areas where you need development. Figure 2: Bringing Your Learning Styles Into Balance
Sensory Learners - if you rely too much on sensing, you can tend to prefer what is familiar, and concentrate on facts you know instead of being innovative and adapting to new situations. Seek out opportunities to learn theoretical information and then bring in facts to support or negate these theories.

Intuitive Learners - if you rely too much on intuition you risk missing important details, which can lead to poor decision-making and problem solving. Force yourself to learn facts or memorize data that will help you defend or criticize a theory or procedure you are working with. You may need to slow down and look at detail you would otherwise typically skim.

Visual Learners - if you concentrate more on pictorial or graphical information than on words, you put yourself at a distinct disadvantage because verbal and written information is still the main preferred choice for delivery of information. Practice your note taking and seek out opportunities to explain information to others using words.

Verbal Learners - when information is presented in diagrams, sketches, flow charts, and so on, it is designed to be understood quickly. If you can develop your skills in this area you can significantly reduce time spent learning and absorbing information. Look for opportunities to learn through audio-visual presentations (such as CD-ROM and Webcasts.) When making notes, group information according to concepts and then create visual links with arrows going to and from them. Take every opportunity you can to create charts and tables and diagrams.

Active Learners - if you act before you think you are apt to make hasty and potentially ill-informed judgments. You need to concentrate on summarizing situations, and taking time to sit by yourself to digest information you have been given before jumping in and discussing it with others.

Reflective Learners - if you think too much you risk doing nothing. ever. There comes a time when a decision has to be made or an action taken. Involve yourself in group decision-making whenever possible and try to apply the information you have in as practical a manner as possible.

Sequential Learners
- when you break things down into small components you are often able to dive right into problem solving. This seems to be advantageous but can often be unproductive. Force yourself to slow down and understand why you are doing something and how it is connected to the overall purpose or objective. Ask yourself how your actions are going to help you in the long run. If you can't think of a practical application for what you are doing then stop and do some more "big picture" thinking.

Global Learners - if grasping the big picture is easy for you, then you can be at risk of wanting to run before you can walk. You see what is needed but may not take the time to learn how best to accomplish it. Take the time to ask for explanations, and force yourself to complete all problem-solving steps before coming to a conclusion or making a decision. If you can't explain what you have done and why, then you may have missed critical details.
(II) Creating a Rounded Learning Experience for Others

Whenever you are training or communicating with others, you have information and ideas that you want them to understand and learn effectively and efficiently. Your audience is likely to demonstrate a wide range of learning preferences, and your challenge is to provide variety that helps them learn quickly and well.

Your preferred teaching and communication methods may in fact be influenced by your own learning preferences. For example, if you prefer visual rather than verbal learning, you may in turn tend to provide a visual learning experience for your audience.

Be aware of your preferences and the range of preference of your audiences. Provide a balanced learning experience by:

Sensory - Intuitive: Provide both hard facts and general concepts.

Visual - Verbal: Incorporate both visual and verbal cues.

Active - Reflective: Allow both experiential learning and time for evaluation and analysis.

Sequential - Global: Provide detail in a structured way, as well as the big picture.

Key Points

Learning styles and preferences vary for each of us and in different situations.
By understanding this, and developing the skills that help you learn in a variety of ways, you make the most of your learning potential. And because you're better able to learn and gather information, you'll make better decisions and choose better courses of action.
And by understanding that other people can have quite different learning preferences, you can learn to communicate your message effectively in a way that many more people can understand. This is fundamentally important, particularly if you're a professional for whom communication is an important part of your job.

Take time to identify how you prefer to learn and then force yourself to break out of your comfort zone. Once you start learning in new ways you'll be amazed at how much more you catch and how much easier it is to assimilate information and make sense of what is going on.

Selasa, 08 November 2011

Be an active speaker

Active Listening

Hear What People Are Really Saying

Listening is one of the most important skills you can have. How well you listen has a major impact on your job effectiveness, and on the quality of your relationships with others.
We listen to obtain information.
We listen to understand.
We listen for enjoyment.
We listen to learn.
Given all this listening we do, you would think we’d be good at it! In fact we’re not. Depending on the study being quoted, we remember a dismal 25-50% of what we hear. That means that when you talk to your boss, colleagues, customers or spouse for 10 minutes, they only really hear 2½-5 minutes of the conversation.
Turn it around and it reveals that when you are receiving directions or being presented with information, you aren’t hearing the whole message either. You hope the important parts are captured in your 25- 50%, but what if they’re not?
Clearly, listening is a skill that we can all benefit from improving. By becoming a better listener, you will improve your productivity, as well as your ability to influence, persuade negotiate. What’s more, you’ll avoid conflict and misunderstandings – all necessary for workplace success. )
Good communication skills require a high level of self-awareness. By understanding your personal style of communicating, you will go a long way towards creating good and lasting impressions with others.
The way to become a better listener is to practice “active listening”. This is where you make a conscious effort to hear not only the words that another person is saying but, more importantly, to try and understand the total message being sent.
In order to do this you must pay attention to the other person very carefully.
You cannot allow yourself to become distracted by what else may be going on around you, or by forming counter arguments that you’ll make when the other person stops speaking. Nor can you allow yourself to lose focus on what the other person is saying. All of these barriers contribute to a lack of listening and understanding.

Tip:
If you're finding it particularly difficult to concentrate on what someone is saying, try repeating their words mentally as they say it – this will reinforce their message and help you control mind drift.
To enhance your listening skills, you need to let the other person know that you are listening to what he or she is saying. To understand the importance of this, ask yourself if you’ve ever been engaged in a conversation when you wondered if the other person was listening to what you were saying. You wonder if your message is getting across, or if it’s even worthwhile to continue speaking. It feels like talking to a brick wall and it’s something you want to avoid.
Acknowledgement can be something as simple as a nod of the head or a simple “uh huh.” You aren’t necessarily agreeing with the person, you are simply indicating that you are listening. Using body language and other signs to acknowledge you are listening also reminds you to pay attention and not let your mind wander.
You should also try to respond to the speaker in a way that will both encourage him or her to continue speaking, so that you can get the information if you need. While nodding and “uh huhing” says you’re interested, an occasional question or comment to recap what has been said communicates that you understand the message as well.

Becoming an Active Listener

There are five key elements of active listening. They all help you ensure that you hear the other person, and that the other person knows you are hearing what they are saying.
  1. Pay attention.
    Give the speaker your undivided attention and acknowledge the message. Recognize that what is not said also speaks loudly.
    • Look at the speaker directly.
    • Put aside distracting thoughts. Don’t mentally prepare a rebuttal!
    • Avoid being distracted by environmental factors.
    • “Listen” to the speaker’s body language.
    • Refrain from side conversations when listening in a group setting.
  2. Show that you are listening.
    Use your own body language and gestures to convey your attention.
    • Nod occasionally.
    • Smile and use other facial expressions.
    • Note your posture and make sure it is open and inviting.
  3. Encourage the speaker to continue with small verbal comments like yes, and uh huh.

  1. Provide feedback.
    Our personal filters, assumptions, judgments, and beliefs can distort what we hear. As a listener, your role is to understand what is being said. This may require you to reflect what is being said and ask questions.
    • Reflect what has been said by paraphrasing. “What I’m hearing is…” and “Sounds like you are saying…” are great ways to reflect back.
    • Ask questions to clarify certain points. “What do you mean when you say…” “Is this what you mean?”
    • Summarize the speaker’s comments periodically.
Tip:
If you find yourself responding emotionally to what someone said, say so, and ask for more information: "I may not be understanding you correctly, and I find myself taking what you said personally. What I thought you just said is XXX; is that what you meant?"
  1. Defer judgment.
    Interrupting is a waste of time. It frustrates the speaker and limits full understanding of the message.
    • Allow the speaker to finish.
    • Don’t interrupt with counter-arguments.
  2. Respond Appropriately[1].
    Active listening is a model for respect and understanding. You are gaining information and perspective. You add nothing by attacking the speaker or otherwise putting him or her down.
    • Be candid[2], open, and honest in your response.
    • Assert[3] your opinions respectfully.
    • Treat[4] the other person as he or she would want to be treated.

Key Points:

It takes a lot of concentration and determination to be an active listener. Old habits are hard to break, and if your listening habits are as bad as many people’s are, then there’s a lot of habit-breaking to do!
Be deliberate with your listening and remind yourself constantly that your goal is to truly hear what the other person is saying. Set aside all other thoughts and behaviors and concentrate on the message. Ask question, reflect, and paraphrase to ensure you understand the message. If you don’t, then you’ll find that what someone says to you and what you hear can be amazingly different!
Start using active listening today to become a better communicator and improve your workplace productivity and relationships.


[1] sewajarnya
[2] Terus terang, jujur, tulus ikhlas
[3] tegaskan
[4] perlakukan

Selasa, 23 November 2010

Information Technology task


1.      Motherboard (papan sircuit) : Tempat berbagai komponen elektronik yang saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh(salah satu jenis computer personal berbasis power PC, disingkat dengan MAC). Dan biasa disingkat dengan kata Mobo(motherboard).
2.      Keyboard        : Peranti untuk mengetik atau memasukan huruf, angka, atau simbol tertentu keperangkat lunak atau sistem operasi yang dijalankan oleh komputer.
3.      Scanner           : Alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain- lain. Hasil pemindaian pada umumnya akan ditransformasi kedalam komputer sebagai data digital.
4.      Printer : Alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar atau grafik diatas kertas.
5.      Processor        : Sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer. Digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas.
6.      Memory          : Bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan Informasi atau data.
7.    RAM (Random Access Memory)     : Sebuah tipe penyimpanan komputer yang dapat diakses dan digunakan untuk mengubah informasi secara aktif.
8.      ROM (Read Only Memory)             : Perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca.
9.      Mouse                        :  Alat yang digunakan untuk memasukan data kedalam komputer selain papan ketik, dan berguna untuk menggerakkan kursor.
10.  Harddisk         : Media penyimpanan yang sangat penting pada komputer yang umur   pemakaian yang terbatas apabila diakibatkan kerusakan yang sering terjadi.
11.  Soundcard (Kartu Suara)                   : Suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara
12.  VGA card (Video Graphic Adapter) : Bagian komputer didalam CPU yang berperan penting untuk menampi output process kemonitor.
13.  Power Suply    : Bagian dalam komputer, tersimpan dalam CPU  yang berfungsi mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan.

14.  USB (Universal serial Bus)   : Standar bus berseri untuk perangkat penghubung,          biasanya kepada komputer namun juga digunakan diperalatan lainnya seperti Konsol permainan dan PDA. USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mause, keyboard, pemindai gambar, kamera digital, printer, hard disk dan komponen networking.
15.  Software (Perangkat lunak)              : Program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna  dan perangkat keras. Software tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik. Meskipun tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi kita bisa mengoperasikannya.
16.  Hardware (perangkat keras) : Semua bagian fisik komputer dan dibedakan dengan data yang berada didalamnya.
17.  Operating system (OS)                      : Perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol  dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.